stavanger-kristiansand



Tingginya angka kematian akibat kecelakaan di IndonesiaBerita tentang jumlah kematian dan kecelakaan menjelang dan setelah lebarantahun ini cukup fantastik. Menurut Kompas 8 september 2011: Kecelakaan meningkat31% dari tahun lalu, ada 4.744 kasus kecelakaan: 779 meninggal, 1.334 lukaberat, 3.433 luka ringan. Bayangan saya, dulu pas sekolah biasanya di kelas adasekitar 40-50 murid, kebayang 779 orang itu artinya lebih dari 17 kelas, banyakbener. Angka-angka ini membuat saya mikir-mikir tentang faktor apa saja yangmembuat begitu banyak nyawa melayang sia-sia. Saya sendiri yang sudah beberapatahun tidak nyetir di Indonesia, sempat mengalami kecelakaan ringan pas pulangkampung ke Indonesia bulan juli kemarin, ketika saya sedang nyetir kendaraandari Tayu ke Jepara. Baru belasan kilometer, mobil yang saya kendalikanmenyerempet bus umum kecil jurusan Jepara-Pati. Spion mobil sempat bengkok danlecet sedikit. Sebabnya karena saya menyalip bus yang berjalan kurang cepat,sementara dari depan datang truk, jalannya pun tidak terlalu lebar, berliku,turun-naik, dan berlubang, banyak motor bersliweran pula. Padahal perjalananmasih panjang menuju Semarang , Ambarawa, Magelang (Borobudur), Purworejo,Kebumen, Purwokerto (Baturraden), Majenang, Banjar, Ciamis, Tasik, Garut,Bandung, dan tujuan akhir di Jakarta. Beruntung ada pengemudi senior yang ikutbersama kami.Karena insiden ini, saya pun diketawain penumpang sekalian yang tidak lainadalah keluarga sendiri. Harus saya akui, mengemudi di Indonesia lebih sulitdaripada di Eropa (secara umum). Sedikit cerita, sudah hampir dua tahun ini sayamendapatkan SIM Norway yang saya dapatkan dengan persyaratan yang cukup ketat:harus lulus tes teori, tahu rambu, tahu cara mengemudi di jalan gelap, tahu caramenyalip kendaraan lain dengan aman, tahu jarak aman antar kendaraan, tahu caramengemudi di jalan licin, tahu posisi kendraan yang benar di jalan, punyapengetahuan tentang mobil, dan lain-lain. Setiap orang yang mau mendapatkan SIMharus mendaftarkan diri ke sekolah mengemudi, dan biasanya harus mengantri,karena banyaknya murid baru. Pihak sekolah akan membantu kita latihan mengemudidi jalan dengan mobil khusus dimana instruktur pun punya fasilitas rem dan gas,sehingga bisa mengendalikan kendaraan kalau diperlukan. Pihak sekolah akanmengajukan jadwal ujian praktek ke penguji (direktorat lalu lintas) bilakemampuan kita sudah dianggap cukup.Disamping itu biaya untuk mendapatkan SIM di Norway dan mungkin di negara-negaraEropa lainnya cukuplah mahal. Alasannya, ini urusan yang begitu penting yangmenyangkut keselamatan manusia, baik untuk pemegang SIM sendiri maupun oranglain, sehingga untuk mendapatkan SIM menjadi tidak mudah. Untuk sekali ikut testeori, dikenakan biaya sekitar 500 ribu rupiah, biaya kursus nyetir di jalan,perjam lebih dari 1 juta rupiah. Biasanya kita latihan nyetir 2 jam seminggu,sampai kita benar-benar mahir untuk mengikuti ujain praktek. Kalau kita tidaklulus teori tes, kita harus mengambilnya sampai lulus, beruntung saya lulussekali tes, jadi tidak perlu mengulang dan buang uang. Banyak juga yang sudahberkali-kali tidak lulus, bahkan ada yang sampai membayar dan mendatangkanpenerjemah di tempat ujian, karena bahasa yang tersedia dalam ujian hanya bahasaNorway dan Inggris.Total jendral rata-rata orang menghabiskan biaya minimal sekitar 30 jutaansampai 50 juta rupiah atau bahkan lebih, tergantung kecakapannya. Sementaraujian praktek berlangsung sekitar satu jam, meliputi tiga bagian. Pertama:pengetahuan teknis kendaraan, misalnya penguji akan bertanya tentang bagaimanamengetahui bahwa kondisi airbag mobil kita masih baik? Kedua dan yang utamaadalah tes mengemudi di jalanan, disini yang paling sulit dan banyak yang gagal.Ketiga adalah parkir (mundur). Untuk lulus ujian praktek harus lulus ketigabagian tes di atas. Enaknya, SIM Norway berlaku di semua negara untuk masa 100tahun. Misalnya kalau kita lahir tahun 1979, maka SIM kita akan berlaku sampai2079.Kembali ke angka kecelakaan yang tinggi di Indonesia. Kalau saya perhatikan,faktor-faktor berikut sangat berpengaruh terhadap tingginya kecelakaan dan angkakematian di jalan raya:1.Mudahnya mendapatkan SIM di Indonesia.Khususnya SIM A, kebanyakan kita mendapatkan SIM dengan tidak mengikutiprosedur yang benar, alias nembak. Bahkan untuk mendapatkan SIM dengan cara yangbenar kemungkinan malah membutuhkan waktu yang lebih lama. Polisi pun tidakpeduli apakah orang yang mau beli SIM bisa mengemudikan kendaraan dengan benaratau tidak, tahu rambu atau tidak, yang penting punya uang. Pemegang SIMseharusnya mereka yang betul-betul punya kemampuan untuk bisa menjalankankendaraan dengan faktor keamanan tinggi, sehingga tidak akan membahayakandirinya dan orang lain. SIM juga sebaiknya berlaku selamanya, dengan asumsibahwa pemegang SIM memang punya ketrampilan yang melekat pada dirinya, bahwa diasudah bisa mengemudi kendaaran sesuai dengan standar yang ditetapkan. Polisiberhak menarik SIM seseorang bila melakukan pelanggaran. Pelanggaran beratmemungkinkan seseorang untuk kehilangan SIMnya selamanya. Dengan membiarkanorang punya SIM tanpa bisa mengemudi dengan aman, itu sama saja denganmembiarkan masyarakat terbunuh di jalan. Pernahkah ini menjadi renungan polisiatau pemerintah kita? Dengan kondisi lalu lintas yang sulit di Indonesia,seharusnya untuk mendapatkan SIM menjadi tidak mudah. Mungkin di Indonesiatermasuk yang paling mudah mendapatkan SIM. Hebatnya lagi SIM Indonesia berlakudi luar negeri.2.Sikap pengemudi di jalan.Ini faktor paling penting dalam berkendara di jalan. Faktor utama penyebabkecelakaan adalah faktor manusia, ini berlaku di negara mana saja. Salah satufaktor terpenting untuk mendapatkan SIM adalah karena kita tahu cara mengemudiyang benar dan aman, itu artinya kita tahu rambu dan mau mentaatinya. Keahlianmengemudi yang tinggi dengan tidak dibarengi ketaatan pada rambu, tidakseharusnya seseorang mendapatkan SIM. Begitu pun dengan pelanggaran rambu,akibatnya bisa fatal, kehilangan SIM selamanya. Di Indonesia, rambu-rambu sudahsering diabaikan. Bahkan di jalan tol pun, banyak yang tidak peduli dengan bataskecepatan maksimal, atau bahkan memakai lajur kiri untuk mendahului. Bus ataupun angkot juga dengan bebas menurunkan/menaikkan penumpang di semua tempat,halte tidak begitu berfungsi. Padahal salah satu fungsi halte adalahmeningkatkan ketertiban dijalan, efisiensi, mengurangi macet, dan mengurangipolusi. Jarak aman antar kendaraan pun harus diperhatikan pengemudi. Jugadipersimpangan, siapa yang jalan duluan atau mendapatkan prioritas biladipersimpangan tersebut tidak ada lampu lalu lintas? Berapa banyak pengendaramotor yang tidak memakai helm atau kelebihan penumpang? Berapa banyak yangmenerobos lampu merah atau pintu kereta? Berapa banyak pengemudi ngantuk yangmasih nekat mengemudi?3.Kondisi Jalan yang buruk.Harus diakui kondisi jalan di Indonesia lumayan parah, hampir di seluruh wilayahtanah air. Kondisi jalan buruk ini meliputi: jalan rusak, berlubang, sempitnyajalan, kurangnya rambu. Di negara-negara maju biasanya setiap mobil kena pajaktahunan yang dibayarkan disuatu masa tertentu, misalnya tiap bulan april.Sebulan kemudian biasanya kondisi jalan sudah banyak yang baru. Meski kondisijalan yang lama masih bagus, biasanya diaspal lagi dengan yang baru. Ini artinyauang atau pajak kendaraan yang dibayarkan rakyat bisa dirasakan langsung olehrakyat. Kondisi jalan yang buruk berperan cukup vital menciptakan kecelakaan.Banyak mobil atau motor yang mengalami kecelakaan karena harus menghindari jalanberlubang atau malah tidak tahu kalau jalannya berlubang sehingga kendaaran ataumotor tersebut terpental ketika melewati lubang tersebut. Pengalaman tetanggasaya yang tangannya patah karena motor mereka melewati lubang yang tidakkelihatan dan terjatuh. Khusus jalan tol Cipularang, dari berbagai info dibeberapa kilometer dan tikungan tertentu memang cukup rawan, entah karenakondisi tanah yang labil atau kemiringan jalan yang tidak pas di tikungan. Jugaada indikasi bahwa proyek ini sempat dipercepat pengerjaannya untuk mengejarjadwal pembukaan peringatan Konferensi Asia Afrika Bandung 2005.4.Kurangnya kesadaran memakai helm dan sabuk pengaman.Menurut fakta, lebih dari 70% orang meninggal dalam kecelakaan karena tidakmemakai sabuk pengaman. Penggunaan helm bisa menyelamatkan nyawa pengendaramotor atau sepeda mencapai 70%. Di luar, hukuman bagi pengemudi tanpa sabukpengaman sangat berat, bisa kehilangan SIM dan denda yang cukup mahal. Untukmengingatkan, di jalan-jalan juga banyak iklan tentang pentingnya sabukpengaman. Bahkan di bus-bus umum yang larinya tidak begitu kencang disediakanpula sabuk pengaman, meski banyak penumpang yang tidak memakainya. Seharusnyasemua penumpang memakai sabuk pengaman. Anak- anak atau bayi tidak boleh dudukdi kursi depan atau dipangku di kursi depan disebelah pengemudi, tapi dudukdibelakang dengan kursi khusus.5.Banyaknya sepeda motor di jalanan.Hampir tidak ada kontrol disemua bidang di Indonesia, begitu pun di jalanan.Banyaknya kendaraan bermotor di Indonesia, dipicu oleh dua alasan utamanya:cepat dan murah. Sementara fasilitas sistem transportasi masal tidak menjadipilihan masyarakat karena lambat, tidak nyaman, dan tidak lebih murah darimotor. Dua tahun lalu jumlah motor di Indonesia mencapai 52,4 juta denganpertumbuhan mencapai 12% per tahunnya. Tahun lalu jumlah motor di Jakarta sajamencapai lebih dari 8 juta unit. Menurut Pemprov DKI Jakarta, setiap hari adapenambahan 1100 kendaraan di Jakarta, 900 motor dan 200 mobil. Seorang kawanyang punya jasa sewa kendaraan sekaligus menjadi sopirnya pernah bilang bahwa dikota-kota kecamatan/ kabupaten, jalanannya didominasi motor, tidak sepertidulu-dulu. Seorang kawan lain yang punya kendaraan pun lebih memilih memakaimotor menuju ke kantornya di Jakarta, alasanya karena bisa sampai lebih cepat.Kendaraannya di pakai di akhir pekan bersama keluarga, karena tidak begitumacet. Dari jumlah kecelakaan menjelang dan sesudah lebaran 2011 yang mencapai4.744 insiden, 70 %nya melibatkan motor. Ini wajar, karena motor mendominasijalanan, dan mereka lebih banyak bermanufer kiri-kanan untuk mencapai tujuanlebih cepat. Solusinya, pemerintah melarang mudik pakai motor dan menyediakantransportasi masal buat masyarakat. Jalan tol yang membelah jawa, dari ujungbarat ke ujung timur jawa sepertinya menjadi sebuah keharusan, disampingmemaksimalkan moda transport yang lain seperti kereta api, angkutan laut, danudara.6.Tidak adanya fasilitas airbag pada mobil-mobil yang beredar di Indonesia.Bulan juli kemarin saya sempat ketemuan dengan kawan lama di Gramedia Matraman,dan sempat putar-putar di Jakarta dengan toyota avansanya. Saya sempat bertanyake kawan tersebut mengenai tidak adanya fasilitas airbag di mobilnya. Dia bilangkarena harganya tidak terlalu mahal jadi tidak memakai fasilitas airbag. Mobilyang saya kendarai, Daihatsu Terios pun tidak punya fasilitas airbag. Mobil yangmasih termasuk keluaran baru dengan harga yang tidak murah tanpa fasilitasairbag! Terus saya cerita bahwa mobil tua saya di Norway adalah Renault 19keluaran tahun 1995 (16 tahun lalu), harga bekasnya waktu beli di tahun 2009cuman 15 jutaan rupiah, tapi ada fasilitas airbagnya, ada roof windownya segala.Tahun 2011 mobil ini terpaksa harus masuk pembuangan akhir karena tidak lolos EUkontrol karena emisi dan remnya yang kurang berfungsi dengan baik. Jadimasalahnya bukan di mahal atau tidaknya mobil tersebut, tapi kebijakan suatunegara terhadap mobil yang dijual di wilayahnya. Seandainya pemerintah Indonesiamesyaratkan bahwa semua kendaraan yang mau dijual di Indonesia HARUS mempunyaifasilitas airbag, tentunya semua produsen akan mematuhinya, lagipula teknologidan biaya airbag tidak begitu besar dibanding nyawa manusia yang bisadiselamatkan oleh airbag. Fakta membuktikan airbag menyelamatkan nyawa penumpanglebih dari 30% dibanding jika mereka memakai kendaraan tanpa airbag.7.Tidak adanya kontrol kondisi kendaraan.Di Eropa biasanya kendaraan dikontrol setiap dua tahun sekali. Kontrolberhubungan dengan kondisi teknis kendaraan dan lingkungan. Kontrol dilakukanuntuk memastikan bahwa secara teknis kendaraan berfungsi dengan baik. Kesalahankecil akan mengakibatkan mobil tersebut tidak lolos tes dan harus diperbaikiatau dibawa ke tempat pembuangan akhir untuk diolah lagi. Ada lebih dari 60 itemyang akan dites (rem, stir, spion/jendela/pintu, fungsi lampu, roda, karoseri,sabuk, dan emisi). Untuk lulus, puluhan item itu harus lulus semua. Dua itemyang paling penting adalah fungsi rem (ada 13 item yang dicek khususberhubungann dengan fungsi rem) dan radiasi CO dari knalpot. Di Indonesia, entahsudah berapa kali ada berita mobil terlindas truk yang mundur ditanjakan, karenarem truk blong. Atau berapa banyak metromini, kopaja, angkot, atau mobil pribadiyang mengeluarkan suara keras dan asap tebal di jalanan? Kondisi kendaraan yangtidak prima berperan dalam menciptakan kecelakaan dan kerusakan lingkungan.8.Kelebihan penumpang dan beban.Sudah jamak di Indonesia untuk mengisi kendaraan melebihi kapasitas normalkendaraan tersebut, apalagi pas lebaran. Kebanyakan kita hampir tidak pernahberfikir resiko dari kelebihan penumpang tersebut. Tahukan kita, bahwa kendaraandengan ukuran mesin tertentu, kapasitas tempat duduk tertentu, memang dirancangaman hanya bila di tumpangi/dibebani dengan beban yang tertentu pula. Karenabila kendaraan mengalami kelebihan beban, kemungkinan besar terjadiketidakseimbangan kenyamanan yang akan mengurangi tingkat keselamatanberkendara. Dengan jumlah penumpang melebihi kapasitas, artinya ada penumpangyang tidak memakai sabuk pengaman. Waktu mengikuti kursus SIM, saya sempatmendapatkan pelajaran tentang bagaimana kerusakan yang ditimbulkan akibattabrakan. Saya masuk kendaraan simulasi yang diset dengan kecepatan 10km/jam dandibenturkan ke tembok kaku. Hasilnya kepala saya pening bukan main. Itu baru10km /jam, apalagi dengan kecepatan tinggi dan beban yang melebihi kapasitas.Barang-barang berat, seperti botol kaca atau kaleng logam, ketika terjaditabrakan atau pengereman mendadak akan cenderung terlempar kedepan dengankecepatan tinggi, sebaiknya ditempatkan ditempat yang aman, agar tidak mengenaikepala kita disaat-saat kritis tersebut.9.Kurang tahu karakteristik kendaraan terhadap kondisi jalan dan lingkungan.Banyak hal-hal yang mungkin kita belum tahu tentang karakteristik kendaraan kitaterhadap kondisi jalan dan lingkungan. Tahukan kita bahwa anak kecil itu tidaktahu darimana datangnya suara klakson? Tahukan kita bahwa jika kita mengemudidengan kecepatan 25km/jam dan butuh 5 meter untuk berhenti setelah menginjakrem, maka kita butuh 20 meter untuk kecepatan 50km/jam? Tahukan kita bahwameskipun kita sudah ahli dalam mengemudikan kendaraan, kemungkinan kehilangankendali di tikungan akibat overspeed cukup tinggi? Karena dengan kecepatan 2kali di tikungan, dibutuhkan 4 kali usaha untuk mengendalikannya. Tahukah kitabahwa ban gundul atau kurang udara sangat berbahaya di jalan? Tahukan kita bahwakita harus menggunakan gigi rendah di jalan yang menurun? Tahukan kita ketikamobil kita meluncur ditempat yang licin, maka kita tidak bisa langsung menginjakrem sedalam-dalamnya untuk mengendalikannya? Tetapi dengan menginjak rem tidakterlalu dalam untuk beberapa kali disamping tetap mengendalikan stir kearah yangbenar. Tahukan kita bahwa bila kita menggunakan rem terus menerus dijalan yangmenurun dalam jangka waktu yang cukup lama bisa mengakibatkan kanvas remterbakar dan rem tidak berfungsi lagi? Berhentilah sejenak ketika kita melaluijalan menurun yang panjang atau ketika kita merasakan bahwa rem kita kurangpakem lagi. Tahukah kita jarak aman antar kendaraan? Secara umum, jarak amanminimal antar kendaraan adalah 3 detik. Jadi jika kendaraan di depan kitamelewati suatu titik, maka pada saat kendaraan kita melalui titik tersebutdibutuhkan minimal 3 detik, untuk kondisi hujan atau licin, jarak amannya tentulebih lama, dan lain-lain.Terakhir, sikap dan perilaku kita di jalan mencerminkan tingkat kedewasaan kita.Membandingkan Indonesia dengan negara lain dalam banyak hal termasuk lalulintas, seringkali tidak begitu tepat, mengingat kondisi dan situasinya yangpasti berbeda. Tetapi sesuatu yang positif dimana pun itu, tentu bisa dijadikanmasukan atau pun contoh yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia. Peranserius pemerintah sangat vital untuk mengadakan perbaikan sistem dan sarana,disamping peran masyarakat sebagai pengguna jalan untuk meminimalkan angkakecelakaan dan kematian di jalan.(AP. Sutowijoyo)